• Jelajahi

    Copyright © tanahdeli
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan


     

    Advertisement

    Pimpinan Klinik Pantun Nusantara Kunjungi Rutan I Medan Kanwil Kumham Sumut

    24 Oktober 2022, Oktober 24, 2022 WIB Last Updated 2022-10-24T15:59:05Z

    TDC- Pimpinan Klinik Pantun Nusantara Prof DR dr Umar Zein, DTM&H SpPD KPTI, mengunjungi Rutan Kelas 1 Medan dalam rangka "selangkah lebih dekat dengan pemasyarakatan", Senin (24/10/2022).

    Istimewa 

    Kegiatan kunjungan ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam tentang pemasyarakatan atau yang disebut dengan penjara serta menguak fakta fakta dan isu yang berkembang di tengah masyarakat tentang pemasyarakatan. 

    Sebelum memulai sesi poadcast dan wawancara, Kepala Rutan Medan Theo Adrisanu terlebih dahulu mengajak Prof DR dr Umar Zein, DTM&H SpPD KPTI untuk berkeliling ke areal Rutan guna melihat secara langsung kondisi terkini Rutan 1 Medan yang hari ini diisi oleh 3706 orang warga binaan dengan kapasitas hanya 1150 orang. 

    Kepala Rutan juga mengajak pimpinan Klinik Pantun Nusantara tersebut untuk melihat pengolahan bahan makanan mentah menjadi makanan siap makan bagi warga binaan. 

    Pada saat wawancara, Prof DR dr Umar Zein, DTM&H SpPD KPTI yang merupakan tokoh yang bergerak di bidang kesehatan menilai bahwa pengolahan bahan makanan dan menu makanan yang disediakan bagi warga binaan sangat luar biasa kualitas dan kebersihannya. 

    "Saya awalnya terkejut, ini beneran di penjara? Kok dapurnya lebih bersih dibandingkan dapur restoran diluaran, bahkan mencari lalat saja tidak ada di dapur ini, menunya juga ada daging, ikan, tempe sayurnya juga lengkap," katanya.

    Tentunya pernyataan tersebut mematahkan opini masyarakat tentang stigma negatif yang ada di dalam penjara. 

    Kepala Rutan mengapresiasi keingintauan Prof DR dr Umar Zein, DTM&H SpPD KPTI dan tim yang datang ke Rutan kelas 1 Medan untuk melihat langsung keadaan sebenarnya. 

    Karutan juga menyampaikan bahwa Rutan kelas 1 Medan selalu terbuka untuk stakeholder dan masyarakat luas yang ingin tau lebih dekat tentang pemasyarakatan. Sehingga opini opini negatif yang masih ada di tengah-tengah masyarakat dapat terbantahkan.(red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini