• Jelajahi

    Copyright © tanahdeli
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan


     

    Advertisement

    1000 Meter Ulos akan Diarak Keliling Danau Toba

    29 Agustus 2023, Agustus 29, 2023 WIB Last Updated 2023-08-29T15:24:22Z

    TDC-Ulos sepanjang 1.000 meter bermotif 5 Puak Batak akan diarak mengelilingi kawasan Danau Toba selama tiga hari, mulai 15, 16 dan 17 Oktober 2023. 



    Start dari Jembatan Tano Ponggol, Pangururan, Samosir dan finish di Open Stage Parapat, Simalungun.


    Acara tersebut dibuat oleh Yayasan Pusuk Buhit dalam rangka menyambut Hari Ulos 17 Oktober 2023.


    Ulos yang diarak mengelilingi kawasan Danau Toba, diproduk oleh Kyan Ulos di Siantar, bermotif Toba, Simalungun, Karo, Pakpak dan Angkola.


    "Akan diarak dengan sepeda motor Yamaha," ujar Ketua Yayasan Pusuk Buhit Efendy Naibaho kepada wartawan di Sekretariat Yayasan, Lumban Butar II, Siogung-ogung, Pangururan, Samosir, Selasa, 29 Agustus 2023.


    Yayasan Pusuk Buhit terdaftar di Kemenkumham bernomor: AHU-8104.AH.01.04 tertanggal 1 Desember 2011, itu sudah melakukan berbagai kegiatan terkait ulos Direktorat Sejarah Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Ulos sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional pada 17 Oktober 2014.


    Atas prakarsa berbagai pihak di antaranya Manguji Nababan, pimpinan Pusat Dokumentasi Batak Universitas HKBP Nommensen, pemerintah pun menetapkan 17 Oktober 2014 sebagai Hari Ulos dan diperingati setiap tahun secara nasional dan internasional.


    Yayasan Pusuk Buhit sendiri sudah memohon kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar menetapkan Hari Ulos 17 Oktober melalui surat tertanggal 19 Oktober 2015. Permohonan penetapan karena ulos sudah menjadi bagian yang melekat dan tidak terpisahkan dari hidup dan kehidupan orang Batak, yang digunakan dalam berbagai kegiatan puak Batak dan Habatahon.


    Efendy Naibaho menambahkan, dalam surat ke presiden juga dipaparkan sejarah dan keberadaan ulos termasuk definisi, jenis, corak, dan ragam yang banyak sekali dan masing masing mempunyai ciri khas dan keunikan tersendiri yang mendalam, serta sarat makna dalam suka dan duka bagi puak Batak.


    Rencana seminar Hari Ulos pun dirancang menindaklanjuti Surat Plt Direktur Sejarah Direktorat Sejarah Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nono Adya Supriatno, No 5418/ES/LL/2015 tertanggal 5 November 2015 perihal Permohonan Hari Ulos 17 Oktober.


    Kemudian pada 5 agustus 2016, digelar Seminar Nasional Ulos l Kajian Akademik tentang Pentingnya Ulos di FISIP USU, Medan. Ketua panitia seminarnya Murniati Tobing Huber dan Rytha Tambunan serta Muriyanto Amin, Dekan Fisip USU dan Efendy Naibaho dari Yayasan Pusuk Buhit.


    Hari Ulos itu sendiri dideklarasikan pertama sekali di Sekeretariat Punguan Pomparan Si Raja Oloan Boru Bere se Indonesia di Jalan Sei Galang 10-12 Medan, dan pembentangan Ulos di Jalan A Yani, Kesawan, Medan. Ketua panitianya Martha Pasaribu bersama RAY Sinambela, Harry Naibaho dan Efendy Naibaho dengan orator Manguji Nababan.


    Pada 17 Oktober berikutnya, ada arakan Ulos keliling Lapangan Merdeka Medan, arakan ulos sepanjang 500 meter milik Bank Indonesia Cabang Medan itu dengan ketua panitia Nelly Sihite. Orator Rytha Tambunan Dosen Fisipol USU yang dihadiri Gubernur Sumut Eddy Rahmayadi dan Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution.


    Juga pernah dilaksanakan pada 17 Oktober di Plaza Jalan Kapten Muslim Medan. Juga ada yang merayakannya di Jakarta, di TMII, maupun di luar negeri, di Paris dengan ketua panitia Tigor Situmorang, Robin Turnip dan Edo Panjaitan.


    Berikutnya, pada 17 Oktober 2022, ulos produk Kyan Ulos dari Siantar sepanjang 700 meter diarak Keliling Pusuk Buhit, Samosir, sejauh 32 kilometer yang ketua panitianya Agnes Tamba dibantu Agusman Situmorang, Boris Situmorang, mahasiswa KKN Unimed dengan massa full dari Pemuda Pancasila Samosir pimpinan ketuanya, Punguan Situmorang serta Pemkab Samosir, Kapolres Samosir Josua Tampubolon, Koramil dan siswa siswi se - kawasan Sianjur Mulamula.


    Nanatinya, di Kawasan Danau Toba, mulai 15, 16 dan17 Oktober 2023 start Jembatan Tano Ponggol dan finish Open Stage Parapat dengan rute Jembatan Tano Ponggol - Tanjung Bunga - Simpang Sibea-bea - Tele - Dolok Sanggul - Simpang Bakara - Silangit - Siborongborong - Balige - Laguboti - Porsea dan Finish di Open Stage Parapat, Simalungun, persis pada 17 Oktober 2023 dilanjut perjalanan esoknya melalui Merek dan Sidikalang kembali ke Pangururan.


    Ulos sepanjang 1.000 meter produk Kyan Ulos, Siantar, berbiaya Rp 60 juta itu diharapkan dilepas para kepala daerah, Bupati Samosir, Humbang Hasundutan, Taput, Toba, dan disambut Gubernur Sumatera Utara bersama Bupati Simalungun, Karo, Pakpak Bharat, Walikota Medan dan Bupati Tapanuli Selatan di Parapat.


    Di Open Stage, Parapat, ada Orasi Ulos: Najolo, Saonari, Haduan, Demo Taganing, Pembentangan 1.000 Meter Ulos, Galerry, Fashion Ulos dan lain lain serta hiburan. Tema peringatannya adalah 'Ulos for Indonesia' dan Sub Tema 'Ulos Menyatukan Kita'.


    Pada perayaan Hari Ulos tahun ini, akan dijalin kerja sama dengan pihak pihak terkait bersama Yayasan Pusuk Buhit, yaitu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Kementerian BUMN, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Kominfo, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Pemuda dan Olahraga, dam Kementerian Perdagangan, serta secara khusus dengan Pimpinan DPR, MPR dan DPD RI.


    Juga dengan Provinsi Sumatera Utara beserta Forkopimda, Pemerintah Kota Medan dan kabupaten kota se- Sumut, pihak lainnya sebagai sponsor maupun tokoh masyarakat, politisi, caleg, turis mancanegara dan para dubes se - Tanah Air.


    Menyukseskan kegiatan ini, Yayasan Pusuk Buhit sudah membentuk tim kerja di Pangururan yakni Efendy Naibaho, Agnes Tamba, Agustan Situmorang, Punguan Situmorang, Rismawaty Simarmata, Warto Sinurat dan Roirizky Sinaga.


    James Simorangkir, Tigor Situmorang, Edo Panjaitan, Feber Manalu dan JS Simatupang di Jakarta. Raja Hasoge Panjaitan, Vonny Sitanggang (Kyan Ulos), Rospita Sitorus, Juara Naibaho di Siantar.


    Kariana Siringo-ringo, Nelly Sihite, Robin Turnip, Murni Huber di Medan. Elisabeth Simanjuntak, Jojor Tambunan, Martha Hutapea di Toba. Sedang Satika Simamora, Jules Nababan di Taput, Adianto Hutagaol di Sidikalang dan Tongam Sirait di Parapat.(red)***

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini