Berlanjut Ke Pengadilan, Kasus Dugaan Tabung Oksigen Kosong Disidangkan

TDC- Sempat viral, kini kasus dugaan tabung oksigen kosong di Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Pringadi Medan berlanjut ke Pengadilan Negeri (PN) Medan. Dilansir dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Medan, keluarga korban mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum kepada RSUD Pringadi Medan dan Pemko Medan cq Wali Kota Medan Bobby Nasution.

Istimewa

Tidak main-main angka yang diajukan dalam gugatan tersebut sebanyak Rp 100 miliar. Meski demikian, pihak tergugat melalui Penasehat hukum Penggugat Themis Simare Mare mengatakan, gugatan tersebut bukan soal uang melainkan belum adanya etikad baik dari RS Pirgadi dan Pemko Medan meminta maaf kepada keluarga kliennya.

 Themis Simare mare mengatakan, sidang gugatan nomor 695/Pdt.G/2021/PN Mdn tersebut, telah berlangsung sebanyak 17 kali di PN Medan yang dipimpin oleh Majelis Hakim yang diketuai Bambang Joko Winarno.

"Inti dari gugatan ini adalah memberikan pelajaran kepada pihak rumah sakit atas kejadian tersebut, dan mohon kepada pak Wali Kota untuk memperhatikan kinerja dari rumah sakit Pirgadi tersebut. Menurut kami sebagai lawyer, seiring berjalan sidang, ini Rumah Sakit sistem atau manajemennya tidak baik," katanya usai sidang di PN Medan, Senin (7/3/2022).

Themis mengatakan, awalnya kliennya tidak ada niatan mengajukan gugatan. Namun karena setelah ditunggu tidak ada niatan baik dari pihak rumah sakit maupun pemko Medan melakukan pertemuan dengan keluarga kliennya, pihaknya kemudian mengajukan gugatan.

"Sebenarnya simpelnya keluarga almarhum ini. Dari pihak rumah sakit atau wali kota belum ada yang mendatangi keluarga sesuai dengan janji yang yang telah diucapkan di media. Jadi pihak keluarga juga bingung, ini kok pihak rumah sakit dan dan Bapak Wali Kota kenapa tidak ada memenuhi janjinya?

Dari situ mereka mendatangi kami sebagai lawyer untuk Mohon bantuan dan kami sudah mengupayakan sebelum memasukkan gugatan ini, kami mengupayakan dengan melakukan undangan sampai 3 kali untuk bertemu, namun itupun tidak ada dijawab, secara tertulis pun tidak ada," cetusnya.

Ia mengatakan tidak adanya niat baik dari pihak rumah sakit maupun dari Pemko Medan untuk bertemu membuat pihak keluarga penggugat sangat kecewa.

"Sebenarnya bukan masalah materi namun keluarga ini merasa dizolimi. Pelayanannya (Pringadi) yang tidak maksimal seolah-olah karena memakai biaya pinsos jadi merasa seperti tidak dipedulikan. Itu kami mohon masukan juga supaya pihak Pemko melalui Bapak Bobby membenahi hal itu jangan karena memakai pinsos tidak maksimal perawatannya," ujarnya.

Ia mengatakan, Inti gugatan tersebut agar manajemen di rumah sakit Pirgadi tersebut dan Sumber Daya Manusianya (SDM) dibenahi.

"Mohon kepada Wali Kota untuk memperhatikannya sesegera mungkin," pungkasnya.

Sementara itu diberitakan sebelumnya, Kasus ini berawal beredarnya sebuah video yang memperlihatkan seorang pria marah kepada petugas di rumah sakit Pirgadi Medan.

Pria tersebut marah diduga lantaran petugas memberikan tabung oksigen kosong kepada pasien.

Dalam video itu juga disebutkan bahwa gara-gara hal itu pasien akhirnya meninggal dunia. Video tersebut pun viral dan menuai kecaman warganet.

Lebih baru Lebih lama