• Jelajahi

    Copyright © tanahdeli
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan


     

    Advertisement

    Johan Merdeka Apresiasi Pola Penyelesaian Agraria di PTPN III Siantar Terhadap Masyarakat

    23 Oktober 2022, Oktober 23, 2022 WIB Last Updated 2022-10-23T09:22:05Z

    TDC- Ketua Komite Revolusi Agraria, Johan Merdeka mengapresiasi pola penyelesaian agraria di PTPN III Siantar terhadap masyarakat, dengan mengedepankan musyawarah dan jangan politisasi rakyat.

    Istimewa 

    “Pola penyelesaian agraria dengan pendekatan terhadap masyarakat, yang dilakukan oleh PTPN III sudah tepat dengan pola budaya Indonesia, yang mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan sengketa pertanahan di Siantar,” kata Johan Merdeka kepada media, Kamis (20/10/2022).

    Diatas tanah HGU Aktif PTPN III Siantar tersebut menurut Aktivis Pertanahan ini, harus dilakukan penyelamatan investasi negara dan kepentingan Kota Siantar yang lebih besar bagi pengembangan ekonomi masyarakat Siantar.

    Johan mengatakan bahwa sosialisasi dari Forkopimko Siantar yang secara aktif menghimbau masyarakat dan memediasi, merupakan tindakan yang perlu menjadi contoh bagi daerah-daerah lain yang ada di Sumatera Utara, dalam mengurai permasalahan agraria khususnya di Provinsi Sumatera Utara.

    * PTPN III Harus Konsisten

    Dalam pengamatan Johan, PTPN III dengan Pola Suguh Hati telah menawarkan alternatif yang terbaik bagi masyarakat. “Saya mencoba untuk menilai permasalahan di PTPN III Siantar secara netral dan jernih, sehingga saya menyesalkan adanya oknum-oknum yang coba menghambat upaya investasi negara demi kepentingan Rakyat Siantar ini,” tambah Johan Merdeka.

    “Secara objektif penyelamatan yang saya amati di PTPN III Siantar ini, sangat berbeda dengan pola yang dilaksanakan di Sumatera Utara. Sehingga tanpa mengurangi integritas saya sebagai aktivis dan pejuang agraria, saya menghimbau agar PTPN III konsisten untuk terus melaksanakan proses Suguh Hati kepada masyarakat di Siantar, dan jangan terpengaruh terhadap Politisasi pihak-pihak tertentu yang coba menghambat adanya Sinergitas masyarakat dengan PTPN III,” tambah Johan lagi.

    PTPN III menurutnya, harus konsisten terhadap kegiatan ini, karena selama ini dalam pengamatan Aktivis Agraria ini sering terjadi pembiaran terhadap tanah-tanah PTPN, inilah yang akhirnya mengakibatkan adanya konflik agraria yang sulit diurai di PTPN.

    “Saya berharap PTPN III tetap memperhatikan kepentingan masyarakat penggarap pasca diberikan Suguh Hati agar masyarakat tersebut dapat merasakan kehadiran PTPN khususnya PTPN III Siantar demi dan untuk kepentingan Rakyat dan Masyarakat” tutup Johan Merdeka.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini