UDA Gelar Seminar Nasional Kebangsaan

TDC- Universitas Darma Agung menggelar kegiatan Seminar Nasional bertema 'Merajut Nilai-Nilai Kebangsaan dalam Kebhinekaan untuk Menjaga Keutuhan NKRI Melalui Penguatan Karakter dan Konteks Kehidupan Kampus', Rabu (31/8/2022). 

Istimewa 

Digelar di Hermina Centre Kampus Pasca UDA, Jalan Syailendra, Medan, hadir sejumlah narasumber diantaranya Kepala BNPT yang diwakili Deputi I Bidang Pencegahan, Pelindungan dan Redikalisasi BNPT RI Mayjen TNI Nisan Setiadi, SE, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dr Junimart Girsang. SH, MBA, MH, MIP dan Kepala Kesbangpol Sumatera Utara Ir Ardan Noor, MM. 

Diawali dengan laporan Ketua Panitia Priet Sarweni Simamora, tampak hadir dalam kegiatan ini Ketua Umum Yayasan Darma Agung Partahi Siregar, SH diwakili Sekretaris Yayasan Robert Sihotang, SH, MH, Rektor UDA Dr Irene Silviani, MSP, Direktur BKBH Dr Gomgom TP Siregar, S.Sos, SE, DH, MSi, MH, MM, para dosen serta mahasiswa UDA perwakilan BEM dari 10 kampus yang ada di Medan. 

Istimewa 

Pada kesempatan itu Ketua Umum Yayasan Darma Agung Partahi Siregar, SH dalam kata sambutannya yang dibacakan Sekretaris Yayasan Robert Sihotang, SH, MH, mengaku sangat mengapresiasi tinggi atas diselenggarakannya seminar nasional dalam menciptakan rasa cinta tanah air ini. 

"Apalagi tema yang diusung dalam seminar nasional ini sejalan dengan nilai-nilai yang selama menjadi pedoman pendiri UDA bapak Dr TD Pardede," ujarnya. 

Partahi dalam pidatonya juga mengatakan bahwa peran pemuda sangat dibutuhkan dalam mencintai republik ini. "Karena itu sangat dibutuhkan pengembangan karakter dan wawasan kebangsaan. NKRI harga mati," tandasnya. 

Sementara, Rektor UDA Irene Silviani dalam sambutan sekaligus saat membuka kegiatan mengaku sangat menyambut baik kegiatan ini. 

"Kegiatan ini tentu menjadi momen sekaligus pembuktian bahwa universitas ini sangat peka dan memiliki tanggungjawab besar dalam menjaga NKRI. Dan tentunya kami sangat Tmtersanjung dengan kehadiran para narsumber," ucapnya. 

Irene juga mengatakan kegiatan ini juga menunjukkan adanya sinergi antara pemerintah dengan perguruan tinggi dalam menanamkan nilai pancasila di kalangan mahasiswa. 

"Lewat kegiatan ini kami berharap kembali bangkit jiwa pancasila di dalam diri mahasiswa dan nilai-nilai nasionalime sehingga segala bentuk radikalisme bisa terdeteksi sejak sini sehingga dengan musah diantisipasi," tandasnya. 

Sementara, Deputi I Bidang Pencegahan, Pelindungan dan Redikalisasi BNPT RI Mayjen TNI Nisan Setiadi dalam materinya yang dimoderatori Fernanda Putra Adela, S.Sos, MA menyampaikan terorisme merupakan paham yang bermuatan permusuhan yang secara eksplisit mengizinkan penggunaan kekerasan atau terorisme, seperti yang tertuang dalam UU No 5 Tahun 2018. 

"Yang perlu ditekankan dalam hal ini bahwa tidak ada kaitan agama dengan teroris, hanya saja terorisme ini dibungkus dengan narasi agama dan akhirnya menyandera agama," tegasnya. 

Karena itu, lanjut Nisan, bahwa menanamkan nilai pancasila di jiwa generasi muda di kalangan mahasiswa adalah cara efektif untuk menangkal segala bentuk teroriame dan deradikalisme. 

Sedangkan Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dr Junimart Girsang mengaku bahwa sangat sederhana dalam berbicara tentang pancasila yang selalu diterapkan di tengah lingkungan masyarakat. 

"Saya bahkan sudah 9 kali keluar negeri untuk berbicara pancasila ini dan itu menjadi salah satu cara untuk membangkitkan rasa nasionalisme kita dan rasa cinta kepada tanah air sehingga apapun namanya yang menjadi gangguan bisa diantisipasi," sebutnya. 

Sebagai alumni, Junimart mengaku sangat bangga dengan UDA yang menginisiasi kegiatan seminar nasional ini. 

"Kami mendoakan dan berharap Universitas Darma Agung ini semakin besar dan menjadi kampus unggulan di Medan khususnya dan di Indonesia umumnya," pungkas Politisi PDI Perjuangan ini.

Lebih baru Lebih lama